Postingan

Menampilkan postingan dengan label Load Balancing

Konfigurasi Load Balancing Sederhana

Gambar
Pada bahan praktikum Load Balancing kali ini, kita menggunakan konsep Load Balancing sederhana yaitu menambahkan satu jalur yang menghubungkan antar router. Dimana yang biasanya hanya menggunakan satu jalur, kemudian kita tambahkan satu jalur lagi sehingga terdapat dua jalur yang menghubungkan router satu dengan yang lainnya. Dengan demikian diharapkan beban lalu lintas jaringan menjadi lebih ringan.  Pada praktikum kali ini kita menggunakan aplikasi Cisco Packet Tracer.  Alat dan Bahan Yang Diperlukan Alat dan Bahan yang diperlukan untuk mempraktikkan Load Balancing sederhana ini adalah sebagai berikut: Dua buah PC Dua buah router-PT Langkah-Langkah Praktikum Untuk lebuh jelasnya simak penjelasan dari video berikut:

Cara Kerja Load Balancing

Adapun cara Prinsip dan Cara Kerja Load Balancing Load Balancer (perangkat yang melakukan load balancing) berada di antara Service/Layanan (website, aplikasi, database, networking maupun layanan lainnya) dengan Traffic yang menerima layanan dari luar. Load Balancing ini tidak menambah bandwidth dari sebuah server tetapi hanya membagi beban server tersebut. Load Balance ini biasa digunakan pada server yang memiliki jumlah user atau client yang melebihi kapasitas maksimum dari jumlah request yang dapat ditangani oleh server tersebut. Dengan dua atau lebih server yang saling berbagi beban Traffic, masing-masing akan berjalan lebih cepat karena beban tidak berada pada 1 server saja. Ini berarti ada lebih banyak sumber daya untuk memenuhi permintaan layanan. Dengan Load Balancing service berjalan seimbang di beberapa server dan Jika salah satu server mempunyai masalah maka para user akan tetap bisa mengakses layanan dan tidak menyadari adanya ganguan pada server karena infrastruktur masih m...

Pengertian Load Balancing

Gambar
Load Balance adalah suatu metode untuk membagi beban suatu server menjadi dua atau lebih secara seimbang agar server tidak mengalami kelebihan beban saat menerima request dari user atau client. Metode ini digunakan untuk mengoptimalkan sebuah server agar server tidak mengalami overload. Metode load balancing ini tidak menambah bandwidth dari sebuah server tetapi hanya membagi beban server tersebut. Load Balance ini biasa digunakan pada server yang memiliki jumlah user atau client yang melebihi kapasitas maksimum dari jumlah request yang dapat ditangani oleh server tersebut. Saat 4 Client melakukan request data kepada server maka Load Balancer akan membagi beban tersebut menjadi sebagian, client 1 dan client 2 akan dilayani oleh server1 sementara client 3 dan client 4 akan dilayani oleh server2. Sama seperti dengan analogi kue, bila kue adalah data request dari client dan pemakan merupakan server maka kue tersebut akan dibagi sebagian agar kue tersebut habis. Ilustrasi Load Balance

Fitur Load Balancing

Beberapa fitur yang ada pada hardware load balancer atau software load balancer, antara lain sebagai berikut:                   1. Asymmetric load Rasio dapat dibuat dengan menentukan koneksi yang menjadi pilihan utama yang dianggap paling baik backbone-nya dan terbaik dalam jalur routing-nya, jadi kita dapat membuat mesin untuk mencari penentuan jalur terbaik dan routing yang terpendek dan terbaik untuk sampai ke tujuan.                2. Aktivitas berdasarkan prioritas Disaat beban jaringan sedang memuncak, server akan dapat membagi aktivitas berdasarkan prioritas dan membagi ke link cadangan.                3. Priority Queuing Load balancing dapat berguna untuk memberikan perbedaan prioritas lalu lintas paket.                4. Kompresi HTTP Memungkinkan data untuk bisa mentransfer objek HTTP deng...

Algoritma Load Balancing

Gambar
Dalam penggunaan load balancing pada jaringan komputer terdapat beberapa jenis algoritma yang dapat digunakan. Antara lain sebagai berikut: 1. Round Robin Algoritma Round robin merupakan algoritma yang paling sederhana dan paling banyak digunakan oleh perangkat load balancing. Algoritma Round robin bekerja dengan cara membagi beban secara bergiliran dan berurutan dari satu server ke server lainnya. Konsep dasar algoritma ini adalah penggunaan time sharing (pembagian waktu), pada intinya algoritma ini memproses antrian secara bergiliran. Setiap proses mendapatkan waktu CPU yang disebut dengan waktu kuantum untuk membatasi waktu proses, biasanya 1-100 milidetik. Adapun ketentuan algoritma round robin adalah sebagai berikut: Jika proses sebelumnya belum selesai, maka proses menjadi runnable atau pemrosesan dialihkan ke proses lain atau berikutnya. Jika waktu kuantum belum habis dan proses masih berjalan (selesainya proses I/O), maka proses akan diblok dan pemrosesan akan dialihkan ke pro...